Dari Sebuah Tugas Kuliah Menjadi Jurnal Ilmiah: Pengalaman Publikasi Pertama

Salah satu pencapaian yang paling berkesan selama menempuh Program Magister Kajian Ilmu Kepolisian (KIK) Universitas Airlangga adalah berhasil menerbitkan jurnal ilmiah sebagai salah satu syarat kelulusan. Jurnal tersebut berjudul “Upaya Manajemen Kepolisian dalam Penanganan Tindak Pidana Kejahatan dengan Modus Perampasan Secara Paksa”, yang saya tulis bersama dosen sekaligus Ketua Departemen Ilmu Hukum Universitas Airlangga, Bapak Taufik Rachman, S.H., LL.M., Ph.D. Momen ini menjadi pengalaman berharga karena saya menyadari bahwa sebuah karya ilmiah tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga dapat memberikan sumbangsih pemikiran bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang kepolisian.

Menariknya, jurnal ini berawal dari sebuah makalah mata kuliah Teori dan Masalah Kepolisian. Saat itu, saya mengangkat fenomena meningkatnya tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau perampasan secara paksa di Kota Surabaya. Setelah melalui proses penilaian, dosen melihat bahwa pembahasan dalam makalah tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi artikel ilmiah. Tentu prosesnya tidak sederhana. Makalah harus direvisi kembali, mulai dari penyempurnaan kerangka berpikir, penguatan landasan teori, penambahan referensi ilmiah, hingga penyesuaian format sesuai standar publikasi jurnal.

Secara garis besar, penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi sosial masyarakat, di mana faktor ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, serta terbatasnya keterampilan menjadi salah satu penyebab munculnya tindak pidana pencurian. Di sisi lain, Surabaya sebagai kota metropolitan dengan aktivitas masyarakat yang berlangsung hampir tanpa henti juga menghadirkan peluang bagi pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya. Penelitian ini mengkaji tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 365 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), sekaligus menganalisis bagaimana manajemen kepolisian dapat berperan dalam menekan angka kejahatan tersebut.

Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menganalisis data primer yang diperoleh dari Satreskrim Polrestabes Surabaya. Tahap kedua difokuskan pada penyusunan rekomendasi sebagai bentuk upaya manajemen kepolisian dalam menangani tindak pidana perampasan secara paksa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modus perampasan menjadi salah satu modus yang banyak dipilih pelaku karena dianggap cepat, efektif, dan memanfaatkan unsur kejutan. Pelaku biasanya melakukan ancaman atau kekerasan singkat disertai pergerakan yang cepat sehingga korban tidak memiliki cukup waktu untuk bereaksi. Oleh karena itu, strategi penanggulangan tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum melalui tindakan represif, tetapi juga harus diperkuat dengan langkah-langkah preventif seperti patroli, edukasi kepada masyarakat, serta peningkatan kewaspadaan lingkungan. Penelitian ini menegaskan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya tindak pidana.

Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa menulis jurnal ilmiah bukan sekadar memenuhi syarat akademik. Lebih dari itu, proses ini melatih kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi berdasarkan data, serta menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan dalam praktik. Saya juga memahami bahwa kritik dan revisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah publikasi ilmiah. Setiap masukan dari dosen pembimbing justru membuat tulisan menjadi lebih tajam, sistematis, dan memiliki nilai ilmiah yang lebih kuat.

Bagi teman-teman yang sedang menempuh pendidikan atau ingin mulai menulis jurnal, ada beberapa hal yang ingin saya bagikan. Pertama, pilih topik yang dekat dengan bidang pekerjaan atau minat sehingga proses pengumpulan data dan analisis menjadi lebih mudah. Kedua, jangan ragu memanfaatkan tugas kuliah sebagai cikal bakal jurnal, karena sering kali fondasi penelitiannya sudah terbentuk. Ketiga, gunakan referensi terbaru dan berkualitas agar argumentasi semakin kuat. Keempat, jangan takut menerima revisi, karena proses tersebut justru akan meningkatkan kualitas tulisan. Terakhir, biasakan menulis secara konsisten. Tidak perlu menunggu inspirasi datang atau tulisan menjadi sempurna. Mulailah dari satu halaman, lalu kembangkan sedikit demi sedikit. Siapa sangka, sebuah tugas kuliah yang awalnya hanya untuk memenuhi nilai akhirnya dapat berkembang menjadi publikasi ilmiah yang memberikan manfaat bagi dunia akademik maupun praktik kepolisian.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menaklukkan Ombak di Pantai Pasir Putih Situbondo

Mengisi Energi, Menambah Semangat: Cerita Libur Bersama Keluarga di Solo dan Jogja

Esprit de Corps dalam Dua Bulan Pendidikan Dasar Brimob