Postingan

Kembali ke Kampus PTIK

  Setelah menjalani Pendidikan Dasar Brimob selama kurang lebih dua bulan dengan berbagai tantangan fisik dan mental, akhirnya saya kembali ke Kampus PTIK. Suasana kampus yang berbeda menjadi penyemangat untuk kembali menjalani aktivitas pendidikan. Setibanya di kampus, kami langsung disibukkan dengan berbagai persiapan kegiatan Dies Natalis PTIK dan acara kelulusan PTIK Angkatan 83. Berbagai latihan dan koordinasi dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik. Pada kesempatan ini, saya mendapat tugas sebagai bagian dari tim paduan suara. Pengalaman tersebut menjadi hal yang sangat menyenangkan karena dapat berkontribusi dalam acara besar kampus sekaligus mempererat kebersamaan dengan rekan-rekan lainnya.

Survival Latganda: Belajar Bertahan Hidup di Lapangan

  Kegiatan survival dalam Latihan Berganda (Latganda) menjadi salah satu pengalaman berharga yang mengajarkan kemandirian dan kemampuan bertahan hidup di lapangan. Selama kegiatan, peserta dibekali bahan makanan seperti beras, mi instan, sarden, Energen, dan logistik lainnya yang harus dikelola dengan baik agar mencukupi kebutuhan selama latihan. Di tengah keterbatasan, setiap kelompok dituntut untuk bekerja sama dalam mengatur persediaan makanan dan memenuhi kebutuhan energi selama menjalani berbagai kegiatan. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi tentang pemanfaatan sumber pangan alternatif di alam, termasuk praktik pengolahan dan konsumsi ular sebagai sumber protein dalam kondisi survival. Melalui kegiatan ini, peserta belajar bahwa kemampuan bertahan hidup tidak hanya mengandalkan fisik, tetapi juga kerja sama, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dalam setiap situasi yang dihadapi.

Puncak Perjuangan Daspa Brimob di Gunung Penanggungan

  Setelah menjalani pendidikan dasar selama kurang lebih dua bulan yang penuh dengan tantangan fisik, mental, dan disiplin, tibalah kami pada puncak kegiatan Daspa Brimob yang menjadi momen paling berkesan sekaligus membanggakan, yaitu pendakian menuju puncak Gunung Penanggungan. Gunung Penanggungan merupakan salah satu gunung bersejarah yang berada di perbatasan Kabupaten Mojokerto dan Pasuruan, Jawa Timur. Dengan ketinggian sekitar 1.653 meter di atas permukaan laut, gunung ini dikenal sebagai “miniatur Mahameru” karena memiliki banyak situs peninggalan sejarah dan candi-candi kuno yang tersebar di lerengnya. Selain menyuguhkan panorama alam yang indah, Gunung Penanggungan juga menjadi simbol perjalanan spiritual, perjuangan, dan keteguhan hati. Pendakian dimulai setelah subuh dengan penuh semangat. Jalur yang menanjak, medan berbatu, serta udara dingin pegunungan menjadi ujian tersendiri bagi seluruh peserta. Namun, rasa lelah tersebut terbayarkan ketika satu per satu pesert...

Mengisi Energi, Menambah Semangat: Cerita Libur Bersama Keluarga di Solo dan Jogja

  Setelah menjalani rangkaian kegiatan pendidikan dan latihan yang cukup padat di Watukosek, momen Istirahat Bersama Luar (IBL) selama 5 hari dalam rangka Hari Raya Idul Adha menjadi waktu yang sangat berharga. Kesempatan ini saya manfaatkan untuk berkumpul dan berlibur bersama keluarga, melepas penat sekaligus mengisi kembali energi sebelum kembali melanjutkan aktivitas dan pendidikan. Perjalanan dimulai menuju Kota Solo, kota yang terkenal dengan budaya Jawa yang masih sangat kental. Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah Solo Safari. Tempat wisata ini memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga. Berbagai satwa dapat dilihat dari dekat, mulai dari hewan khas Indonesia hingga satwa dari berbagai belahan dunia. Suasana yang nyaman dan edukatif membuat waktu terasa berlalu begitu cepat. Selain berwisata, kami juga menikmati sisi budaya Kota Solo dengan mengunjungi kawasan Batik Laweyan. Di sini kami dapat melihat berbagai motif batik khas Solo yang s...

Menaklukkan Ombak di Pantai Pasir Putih Situbondo

Kegiatan Renang Laut selama 3 hari 2 malam di wilayah Pantai Pasir Putih Situbondo menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan sekaligus menguras fisik dan mental selama pendidikan. Tidak hanya melatih kemampuan berenang, kegiatan ini juga mengajarkan tentang ketahanan, kerja sama, keberanian, dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi kondisi alam. Kegiatan diawali pada hari Kamis (14/5) dengan pelaksanaan serpas menuju lokasi kegiatan. Perjalanan tersebut menjadi pembuka sebelum menghadapi rangkaian latihan di laut. Setelah tiba di lokasi, kami langsung mendirikan bivak di area tebing dekat pantai. Bivak dibuat sederhana menggunakan tiga lembar ponco yang disusun untuk ditempati tiga orang. Meski sederhana, suasana kebersamaan dan perjuangan terasa begitu kuat malam itu. Angin yang cukup dingin dan suara serangga malam menjadi teman beristirahat sebelum kegiatan dimulai keesokan harinya. Pagi harinya kami melaksanakan olahraga pagi dan senam di pinggir pantai. Momen terseb...

Menembus Medan Terjal Bersama Regu 6

  Kegiatan Navigasi Darat kali ini menjadi salah satu pengalaman yang paling menguras tenaga sekaligus membekas selama menjalani pendidikan. Perjalanan sejauh kurang lebih 17 kilometer harus ditempuh dengan berbagai tantangan alam dan tekanan fisik yang benar-benar menguji mental, kemampuan berpikir, serta kekompakan regu. Sebelum bergerak menuju lintasan, kami terlebih dahulu diberikan soal koordinat oleh pelatih. Dari titik koordinat tersebut, setiap regu harus mampu menentukan arah, membaca peta, menggunakan kompas, serta mencari jalur menuju cek pos yang telah ditentukan. Kesalahan membaca koordinat sedikit saja dapat membuat perjalanan menjadi lebih jauh dan menghabiskan waktu. Perjalanan dimulai dengan medan hutan yang cukup rapat. Langkah demi langkah harus dilewati dengan penuh kehati-hatian sambil terus memastikan arah perjalanan tetap sesuai koordinat. Tidak lama kemudian, kami mulai dihadapkan dengan turunan curam yang licin dan cukup berbahaya. Fokus dan keseimbanga...

Menempa Diri di Bumi Watukosek: Cerita Minggu Kedua dan Ketiga

  Minggu kedua dan ketiga di Bumi Watukosek menjadi fase yang benar-benar menguras tenaga, pikiran, sekaligus mental perjuangan. Hari-hari terasa berjalan cepat dengan rangkaian kegiatan lapangan yang padat dan penuh tantangan. Di tempat inilah setiap pasis belajar bahwa ketahanan bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal kemauan untuk terus bertahan dalam kondisi apa pun. Kegiatan dimulai dengan latihan menembak. Dalam latihan ini, kami tidak hanya diajarkan bagaimana menggunakan senjata dengan baik dan benar, tetapi juga belajar tentang ketenangan, fokus, serta pengendalian diri. Setiap tarikan napas harus teratur, setiap bidikan membutuhkan konsentrasi penuh. Dari latihan ini kami memahami bahwa keputusan yang tepat lahir dari pikiran yang tenang. Selanjutnya ada drill kontak, sebuah latihan yang melatih kecepatan reaksi, kekompakan tim, serta keberanian dalam menghadapi situasi yang dinamis. Dalam kegiatan ini, koordinasi antar rekan menjadi hal utama. Tidak ada individu yan...