Postingan

Jejak Digital di Balik Korupsi: Mengungkap Bukti Elektronik dalam Kasus Korupsi BTS 4G BAKTI Kominfo

Latar Belakang Kejahatan korupsi hari ini semakin jarang meninggalkan jejak dalam bentuk kertas maupun tanda tangan basah semata. Hampir seluruh tahapan sebuah tindak pidana korupsi modern—mulai dari negosiasi anggaran, komunikasi antarpihak, hingga aliran dana—kini berlangsung melalui perangkat digital: pesan instan, surat elektronik, aplikasi perbankan, hingga sistem informasi pengadaan. Di titik inilah forensik digital (digital forensics) menjadi elemen yang tidak dapat dipisahkan dari upaya penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi, khususnya perkara-perkara berskala besar yang melibatkan banyak aktor dan lintas institusi. Salah satu contoh paling relevan untuk dibedah adalah kasus korupsi proyek Base Transceiver Station (BTS) 4G pada Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Proyek yang seharusnya menghadirkan akses telekomunikasi ke wilayah-wilayah terpencil, tertinggal, dan perbatasan (3T) ini justru berubah m...

Masa Depan Kamtibmas: Saat Big Data dan Polisi Berkolaborasi Melindungi Masyarakat

Latar Belakang Dunia keamanan hari ini tidak lagi hanya berbicara tentang patroli, razia, atau respons cepat setelah kejadian berlangsung. Ia telah bergeser ke arah yang jauh lebih proaktif: mencegah gangguan sebelum benar-benar terjadi. Pergeseran ini tidak lepas dari satu kekuatan besar yang membentuk hampir seluruh aspek kehidupan modern, yaitu data. Setiap hari, jutaan perangkat—mulai dari telepon seluler, kamera pengawas, sensor lalu lintas, hingga aplikasi transportasi daring—menghasilkan jejak digital dalam jumlah masif. Fenomena ini dikenal dengan istilah Internet of Things (IoT), sebuah jaringan raksasa yang terus menerus bertukar dan menganalisis data dari berbagai objek di sekitar kita. Bagi institusi kepolisian, ledakan data ini membuka peluang sekaligus tantangan baru. Di satu sisi, data dapat diolah menjadi informasi yang membantu memprediksi pola kejahatan, mengenali titik rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), hingga mempercepat respons terhadap ...

Bilik yang Jarang Dibuka: Catatan tentang Rencana Tesis Saya

Ada satu pertanyaan yang selalu muncul setiap kali seorang mahasiswa magister bertemu teman lama: “Tesismu tentang apa?” Pertanyaan itu terdengar sederhana, tetapi sesungguhnya menuntut jawaban yang jujur. Sebab menulis tesis bukan semata memenuhi syarat kelulusan, melainkan memilih satu persoalan yang cukup penting untuk ditekuni selama berbulan-bulan. Jawaban saya berangkat dari sebuah gedung pelayanan di Sidoarjo. Beberapa tahun terakhir, wajah pelayanan publik di Indonesia berubah cukup cepat. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik mewajibkan setiap penyelenggara memenuhi standar pelayanan, termasuk komponen sarana dan prasarana. Peraturan Presiden Nomor 89 Tahun 2021 kemudian menegaskan prinsip keterpaduan, efisiensi, efektivitas, koordinasi, akuntabilitas, aksesibilitas, kenyamanan, dan kepastian hukum dalam penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik. Di tubuh Polri sendiri, kebijakan Presisi menuntut pelayanan yang prediktif, bertanggung jawab, transparan, dan ber...

Dari Sebuah Tugas Kuliah Menjadi Jurnal Ilmiah: Pengalaman Publikasi Pertama

Salah satu pencapaian yang paling berkesan selama menempuh Program Magister Kajian Ilmu Kepolisian (KIK) Universitas Airlangga adalah berhasil menerbitkan jurnal ilmiah sebagai salah satu syarat kelulusan. Jurnal tersebut berjudul “Upaya Manajemen Kepolisian dalam Penanganan Tindak Pidana Kejahatan dengan Modus Perampasan Secara Paksa” , yang saya tulis bersama dosen sekaligus Ketua Departemen Ilmu Hukum Universitas Airlangga, Bapak Taufik Rachman, S.H., LL.M., Ph.D. Momen ini menjadi pengalaman berharga karena saya menyadari bahwa sebuah karya ilmiah tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga dapat memberikan sumbangsih pemikiran bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang kepolisian. Menariknya, jurnal ini berawal dari sebuah makalah mata kuliah Teori dan Masalah Kepolisian . Saat itu, saya mengangkat fenomena meningkatnya tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau perampasan secara paksa di Kota Surabaya. Setelah melalui proses penilaian, dosen melihat bahw...

Esprit de Corps dalam Dua Bulan Pendidikan Dasar Brimob

Selama dua bulan mengikuti Pendidikan Dasar Brimob di Pusdik Brimob, kami mendapatkan pengalaman yang sangat berharga, baik secara fisik maupun mental. Setiap rangkaian latihan dirancang untuk membentuk karakter, kedisiplinan, ketangguhan, serta jiwa korsa sebagai calon pemimpin di lingkungan Polri. Berbagai materi latihan kami jalani, mulai dari menembak untuk meningkatkan ketepatan, konsentrasi, dan penguasaan senjata api. Kami juga mengikuti halang rintang yang melatih ketangkasan, keberanian, serta kemampuan mengatasi berbagai hambatan. Pada materi renang laut , kami belajar teknik bertahan hidup dan beradaptasi dengan kondisi perairan terbuka. Selanjutnya, navigasi darat mengajarkan cara menentukan arah dan membaca peta menggunakan kompas, sedangkan lintas medan menguji daya tahan fisik melalui perjalanan di berbagai kondisi alam. Tidak kalah menantang, materi jungle warfare membekali kami dengan pengetahuan dasar bertahan hidup, bergerak, dan melaksanakan operasi di wilayah ...

Long Weekend yang Mengisi Kembali Semangat

  Long weekend kali ini menjadi waktu yang sangat berarti. Suami datang dari Surabaya, lalu kami berkumpul kembali bersama anak di Bogor. Di tengah kesibukan pendidikan dan pekerjaan, momen sederhana seperti ini terasa begitu berharga. Hari pertama diawali dengan mengunjungi sekolah anak untuk mengikuti sesi bersama konselor psikolog. Kami mendapatkan banyak arahan mengenai kesiapan belajar anak, sehingga semakin memahami bagaimana mendampingi proses tumbuh kembangnya. Sore harinya, kami mengantar anak mengikuti les bahasa Inggris, kemudian menutup hari dengan bermain bersama di playground mall dan menikmati makan malam sebagai keluarga. Keesokan harinya, kami berziarah ke makam kakek di daerah Johar Baru, Jakarta Pusat, bersama keluarga besar. Momen tersebut dipenuhi doa, rasa rindu, dan kenangan yang mengingatkan kami akan pentingnya menghargai jasa para pendahulu. Setelah itu, kami melanjutkan silaturahmi bersama keluarga besar. Suasana hangat, penuh canda, dan sesekali haru m...

Di Balik Layar Hari Bhayangkara ke-80: Tugas sebagai Liaison Officer

Dalam rangka mendukung kelancaran penyelenggaraan Hari Bhayangkara ke-80, saya mendapat tugas sebagai Liaison Officer (LO) yang bertanggung jawab melakukan koordinasi dengan sekretaris pribadi (sespri) maupun ADC tamu undangan. Tugas tersebut meliputi penyampaian undangan fisik, memastikan undangan diterima oleh pihak yang berwenang, serta melakukan konfirmasi kehadiran hingga hari pelaksanaan kegiatan. Adapun tamu undangan yang saya tangani yaitu Kepala BPKP, Dr. Muhammad Yusuf Ateh, Kepala BNPT, Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, Kepala BSN, Bapak Donny Purnomo, dan Kepala BPOM, Prof. dr. Taruna Ikrar. Seluruh undangan fisik telah berhasil disampaikan sesuai arahan ADC maupun sespri masing-masing dan diterima oleh petugas keamanan di lokasi yang telah ditentukan. Melalui koordinasi yang intensif, saya memperoleh konfirmasi bahwa Kepala BNPT dan Kepala BPOM menyatakan hadir, sedangkan Kepala BPKP dan Kepala BSN masih menunggu konfirmasi. Pengalaman ini memberikan pembelajaran berharga ...