Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

Kembali ke Kampus PTIK

  Setelah menjalani Pendidikan Dasar Brimob selama kurang lebih dua bulan dengan berbagai tantangan fisik dan mental, akhirnya saya kembali ke Kampus PTIK. Suasana kampus yang berbeda menjadi penyemangat untuk kembali menjalani aktivitas pendidikan. Setibanya di kampus, kami langsung disibukkan dengan berbagai persiapan kegiatan Dies Natalis PTIK dan acara kelulusan PTIK Angkatan 83. Berbagai latihan dan koordinasi dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik. Pada kesempatan ini, saya mendapat tugas sebagai bagian dari tim paduan suara. Pengalaman tersebut menjadi hal yang sangat menyenangkan karena dapat berkontribusi dalam acara besar kampus sekaligus mempererat kebersamaan dengan rekan-rekan lainnya.

Survival Latganda: Belajar Bertahan Hidup di Lapangan

  Kegiatan survival dalam Latihan Berganda (Latganda) menjadi salah satu pengalaman berharga yang mengajarkan kemandirian dan kemampuan bertahan hidup di lapangan. Selama kegiatan, peserta dibekali bahan makanan seperti beras, mi instan, sarden, Energen, dan logistik lainnya yang harus dikelola dengan baik agar mencukupi kebutuhan selama latihan. Di tengah keterbatasan, setiap kelompok dituntut untuk bekerja sama dalam mengatur persediaan makanan dan memenuhi kebutuhan energi selama menjalani berbagai kegiatan. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi tentang pemanfaatan sumber pangan alternatif di alam, termasuk praktik pengolahan dan konsumsi ular sebagai sumber protein dalam kondisi survival. Melalui kegiatan ini, peserta belajar bahwa kemampuan bertahan hidup tidak hanya mengandalkan fisik, tetapi juga kerja sama, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dalam setiap situasi yang dihadapi.

Puncak Perjuangan Daspa Brimob di Gunung Penanggungan

  Setelah menjalani pendidikan dasar selama kurang lebih dua bulan yang penuh dengan tantangan fisik, mental, dan disiplin, tibalah kami pada puncak kegiatan Daspa Brimob yang menjadi momen paling berkesan sekaligus membanggakan, yaitu pendakian menuju puncak Gunung Penanggungan. Gunung Penanggungan merupakan salah satu gunung bersejarah yang berada di perbatasan Kabupaten Mojokerto dan Pasuruan, Jawa Timur. Dengan ketinggian sekitar 1.653 meter di atas permukaan laut, gunung ini dikenal sebagai “miniatur Mahameru” karena memiliki banyak situs peninggalan sejarah dan candi-candi kuno yang tersebar di lerengnya. Selain menyuguhkan panorama alam yang indah, Gunung Penanggungan juga menjadi simbol perjalanan spiritual, perjuangan, dan keteguhan hati. Pendakian dimulai setelah subuh dengan penuh semangat. Jalur yang menanjak, medan berbatu, serta udara dingin pegunungan menjadi ujian tersendiri bagi seluruh peserta. Namun, rasa lelah tersebut terbayarkan ketika satu per satu pesert...